Showing posts with label Debit Air. Show all posts
Showing posts with label Debit Air. Show all posts

Banjir Membawa Berkah



Banjir Membawa Berkah. Ternyata banjir tidak selalu identik dengan bencana, sebuah rahasia Tuhan dibalik sebuah bencana tersimpan sebuah pembelajaran dan hikmah bagi sebagian kelompok manusia. Cerita unik ini terjadi disebuah desa terpencil di Aceh, dimana warga selalu berdoa dan mengharap datangnya banjir. Beda dengan masyarakat pada umumnya yang tidak berharap datangnya banjir.

Tentu desa ini memiliki alasan tersendiri kenapa berharap datangnya banjir. Tualang yang sempat berkunjung ke desa tersebut menemukan sejumlah alasan kenapa banjir membawa berkah bagi semua penduduk desa. Desa ini berada dipinggiran sungai dan dikelilingi oleh rawa. Rumah-rumah penduduk berada dipinggiran sungai dan rawa-rawa.

Mungkin desa ini menjadi referensi yang tepat untuk kita belajar bagaimana menghadapi banjir. Semua rumah penduduk didesain dalam bentuk rumah panggung, termasuk bangunan sekolah meskipun terbuat dari konstruksi beton. Penduduk desa menggantungkan hidupnya pada mata pencaharian mencari ikan rawa. Jenis ikan rawa yang menjadi potensi sungai dan rawa sekitar desa mereka berupa ikan lele, ikan gabus, dan belut.

Banjir Vs Sawit

Banjir Vs Sawit. Memang benar dan tidak terbantahkan kalau banjir itu sebuah bencana. Namun, dibalik pengakuan itu tentu ada sebab-akibat sehingga banjir itu terjadi. Karena diakui atau tidak, terjadinya bencana banjir ada campur tangan manusia di dalamnya. Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir adalah kegagalan tanah menyerap air. Akibat hujan yang berkepanjangan membuat debit air terus bertambah, sehingga tidak mampu tertampung oleh sungai dan saluran pembuangan yang ada, kemudian air meluap dan terjadilah banjir yang mengancam pemukiman warga. 

Lalu apa hubungannya banjir dengan sawit? tentu ada, dan sudah sepatutnya kelapa sawit dijadikan kambing hitam dibalik bencana banjir. Hal ini disebabkan sifat kelapa sawit yang tidak menyerap air hujan ketika terjadi musim penghujan, dan menyerap cadangan air bawah tanah ketika terjadi musim kemarau. 

Banjir Bencana Yang Diundang?

Banjir Bencana Yang Diundang? Air merupakan kebutuhan dasar manusia, akan tetapi air juga bisa menjadi ancaman dan malapetaka bagi penghuni bumi ini. Bencana banjir telah menjadi agenda tahunan di Aceh, bahkan sebagian daerah telah mendesain konstruksi bangunan rumah siaga banjir. Di satu sisi bencana itu bagian dari takdir, akan tetapi dibalik itu ada alasan yang kuat kenapa Allah menurunkan bencana tersebut. 

Alasan yang bisa diukur tentunya ada hukum sebab-akibat dari setiap perbuatan manusia. Bencana banjir contohnya, tidak terlepas dari ulah manusia yang merusak tatanan sumber resapan air di muka bumi ini. Ada pendapat yang keliru dalam melihat sumber masalah dari banjir, untuk aspek lingkungan masyarakat cenderung kerap mempermasalahkan atas rusaknya kawasan hutan di daerah hulu. Masyarakat yang berada di daerah hulu tidak menjaga hutan, tidak merawat kawasan, dan dituduh sebagai pihak pengrusak hutan yang kemudian menghadiahkan banjir kepada masyarakat yang berada di daerah hilir. Kekeliruan terjadi karena masyarakat yang berada di daerah hilir sebagai penerima dampak dari setiap banjir tidak sadar memiliki tugas yang sama dengan masyarakat yang ada di hulu. Masyarakat yang ada di hilir juga harus menjaga daerah hilir dengan cara merawat kawasan endapan air, tidak merusak rawa, tidak mengalih-fungsikan kawasan gambut, menjaga kebersihan, dan merawat saluran-saluran pembuangan air.

Cara Hitung Debit Air Secara Sederhana

Ada beberapa metode dalam pengukuran debit air suatu sungai atau sumber air di dalam kawasan, mulai dari metode yang cukup sederhana (menggunakan alat-alat sederhana) sampai dengan menggunakan metode yang cukup rumit dan mahal (menggunakan alat manual dan automatik).

Bagi petugas di lapangan (petugas resort/pejabat fungsional), metode pengukuran debit air secara sederhana dapat membantu mempermudah pengambilan data debit air suatu sumber mata air yang ada di dalam kawasan. Karena seperti diketahui bersama, terkadang petugas lapangan tidak cukup dilengkapi dengan alat-alat pengukuran debit air. Akan tetapi dengan segala keterbatasan tersebut petugas lapangan tetap dapat melakukan pengukuran dan data tersebut tetap valid. Berikut ini uraian metode pengukuran secara secara sederhana beserta cara perhitungannya :

Cara Menghitung Debit Air

Cara Menghitung Debit AirDebit erat kaitannya dengan volume dan waktu. Satuan debit biasanya digunakan untuk menentukan volume air yang mengalir dalam satuan waktu tertentu. Di dalam materi kali ini kita akan membahas bagaimana cara menghitung debit air dengan menggunakan rumus matematika. Seperti biasa, di akhir materi saya akan memberikan beberapa contoh soal dan pembahasannya agar kalian semakin mudah dalam memahami materi tentang cara mengetahui debit air yang telah dijelaskan. Baiklah, mari kita langsung saja simak bersama materi rumus matematika yang ada di bawah ini.