Aceh Butuh Pemimpin Yang Cinta Lingkungan. Pada dasarnya kita ini adalah pemimpin, jiwa kepemimpinan sudah ada dan terbawa pada saat lahir. Tinggal saja bagaimana kita membangkitkan ruh kepemimpinan itu menjadi wujud nyata. Meskipun kemudian, kita tidak mampu menjadi pemimpin sebuah negara, sebuah provinsi, sebuah kabupaten, sebuah mukim, atau sebuah desa, namun yakinlah kita akan memimpin sebuah keluarga.
Untuk menjadi seorang pemimpin, masalahnya ada pada kesempatan. Bagaimanapun upaya kita mengasah kemampuan menjadi seorang pemimpin, jika tidak ada kesempatan semua itu mustahil. Sebaliknya jika memiliki kesempatan tanpa belajarpun kita akan mendapatkannya, meskipun tidak memiliki pendidikan tinggi kursi kepemimpinan akan kita raih, meskipun dalam perjalanan harus berurusan dengan hukum atas ketidakmampuan dan ketidaktahuan kita.


















