Showing posts with label Politik Aceh. Show all posts
Showing posts with label Politik Aceh. Show all posts

Perang Tim Sukses

Perang Tim Sukses. Khusus Aceh, Tahun 2016 sebagai penentu menghadapi perang politik Pilkada 2017 untuk merebut kursi no satu, baik sebagai Gubernur atau Bupati/Walkot. Beragam strategi oleh calon mulai digencarkan, mendirikan beragam forum, komunitas, relawan, sahabat ini-itu sebagai langkah awal menyiapkan amunisi menghadapi "perang" di tahun 2017.

Semua itu nama lain dari tim sukses, sebuah tim yang memiliki mandat untuk mempengaruhi masyarakat untuk memilih calon yang dijagokan. Berbekal mandat tersebut, tidak hanya berperang di dunia nyata, di dunia maya-pun saban hari terlintas "iklan-iklan" kelebihan calon yang di idolakan. Tidak sedikit juga mendiskusikan sejumlah kelemahan lawan. Dan sang calon sebagai pemberi mandat saban hari mengikuti perkembangan diskusi, debat, dan beragam komentar yang terlintas dalam media kampanye yang tergolong gratis tersebut. Sekali-kali membalas komentar positif yang dianggap subtantif dalam menjawab pertanyataan-pertanyaan serius di dunia maya itu.

Aceh Butuh Pemimpin Yang Cinta Lingkungan

Aceh Butuh Pemimpin Yang Cinta  Lingkungan. Pada dasarnya kita ini adalah pemimpin, jiwa kepemimpinan sudah ada dan terbawa pada saat lahir. Tinggal saja bagaimana kita membangkitkan ruh kepemimpinan itu menjadi wujud nyata. Meskipun kemudian, kita tidak mampu menjadi pemimpin sebuah negara, sebuah provinsi, sebuah kabupaten, sebuah mukim, atau sebuah desa, namun yakinlah kita akan memimpin sebuah keluarga. 

Untuk menjadi seorang pemimpin, masalahnya ada pada kesempatan. Bagaimanapun upaya kita mengasah kemampuan menjadi seorang pemimpin, jika tidak ada kesempatan semua itu mustahil. Sebaliknya jika memiliki kesempatan tanpa belajarpun kita akan mendapatkannya, meskipun tidak memiliki pendidikan tinggi kursi kepemimpinan akan kita raih, meskipun dalam perjalanan harus berurusan dengan hukum atas ketidakmampuan dan ketidaktahuan kita.

Jika Tualang Jadi Gubernur Aceh

Jika Tualang Jadi Gubernur Aceh. Belum ada satu hukumpun yang melarang seseorang untuk bermimpi, undang-undang, hukum agama, apalagi hukum adat. Atas pertimbangan itu Tualang ingin bermimpi menjadi Gubernur Aceh, karena bukan mustahil mimpi itu akan terwujud, banyak orang di negeri ini yang menjadi pemimpin berawal dari sebuah mimpi. Secara pendidikan memang benar Tualang tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, bukan seorang profesor, bukan seorang master, bukan seorang sarjana, apalagi seorang ahli madya. Akan tetapi Tualang hanya memiliki pendidikan formal yang cukup memenuhi syarat sebagai calon.

Berawal mimpi ini bukan atas dasar desakan, dorongan, atau keinginan sebuah kelompok. Melainkan untuk mengisi sebuah kekosongan visi yang Tualang yakin tidak akan tersampaikan oleh calon-calon yang lain. Semua visi yang selalu terlupakan oleh calon, dan dianggap tidak penting untuk dipikirkan.

Dalam mimpi itu, Tualang juga sempat berpikir akan maju lewat jalur apa, apakah lewat Partai Politik atau jalur Independen sebagai jalur aman dalam kancah perpolitikan dewasa ini. Kalau lewat jalur Partai Politik ini mustahil dan tidak mungkin terjadi, mengingat Tualang hanya memiliki pendidikan formal yang rendah. Alternatifnya ya lewat jalur independen. Jika lewat jalur independen, tentunya harus mempersiapkan dukungan yang dibuktikan dengan foto copy KTP. Syarat ini tergolong mudah, mengingat stock foto copy KTP di Aceh cukup banyak, tinggal kita beli selesai masalah.