Showing posts with label Bencana. Show all posts
Showing posts with label Bencana. Show all posts

Illegal Logging Pekerjaanku

Illegal Logging Pekerjaanku.  Isu illegal logging menjadi isu hangat yang dibicarakan di Aceh saat ini. Jelas, sejumlah bencana yang terjadi Aceh termasuk bencana banjir yang menimpa sejumlah daerah di Aceh awal tahun ini erat kaitannya dengan pembalakan liar dan illegal logging. Tidak hanya para korban bencana, masyarakat, pegiat lingkungan, juga kepala daerah mengecam pelaku illegal logging. Sebuah prestasi bagi penegak hukum menangkap pelaku illegal logging dan memprosesnya secara hukum.

Terlepas dari kecaman dan sejumlah ancaman terkait isu illegal logging, ada cerita menarik yang menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, termasuk penegak hukum. Berawal dari kisah sebuah keluarga yang memiliki seorang anak laki-laki. Anak semata wayang yang pastinya berharap harus menjadi anak yang sukses di masa depan. Tidak mengikuti jejak orangtuanya yang hanya berprofesi sebagai petani dan tanpa memiliki pendidikan tinggi. Anaknya bernama Touring, anak laki-laki berpostur tinggi dan berwajah tanpan, tak heran jika para gadis desa berebut hati padanya.

Biadab Lelaki Perkosa Alam

Biadab Lelaki Perkosa Alam. Dari Wikipedia Biadab didevinisikan adalah istilah untuk orang yang tak beradab, penjelasan secara umum kepada salah satu anggota masyarakat dari sebuah bangsa atau ethnos, penjelas sifat inferior peradaban masyarakat kota, Sebagai idiomatis dalam penggunaan sebagai figuratif, biadab dapat pula merujuk kepada kelompok individu yang brutal, kejam, dalam penyelesaian persoalan antar masyarakat diselesaikan melalui perang, penggunaan kekerasan secara fisik antara lain dengan teror, intimidasi, adu pedang, tombak dan panah atau menjelaskan pada sebuah masyarakat yang tanpa adanya hukum ketertiban umum. Sedangkan Pemerkosaan adalah suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis, anggota tubuh lainnya seperti tangan, atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. 

Harimau Terkam Pelaku Illegal Logging di Aceh

Harimau Terkam Pelaku Illegal Logging di Aceh. Kasus seperti ini bukan tidak mungkin terjadi, hanya saja mungkin tidak terberitakan oleh media. Harimau terkam pelaku illegal logging sebuah doa dan harapan sebagai bentuk kutukan bagi mereka. Terlepas karena latarbelakang ekonomi, namun perbuatan mereka telah berdampak serius terjadinya sejumlah bencana. 

Jika kita memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan satwa liar, atau kita mampu mengirimkan pesan kepada mereka, tentu kita akan memerintahkan kepada harimau untuk menerkam setiap pelaku illegal logging. Selain akan berdampak pada bencana banjir, rusaknya hutan juga menjadi ancaman serius keberlangsungan hidup harimau.

Sebuah Kutukan Untuk Perusak Hutan Aceh

Sebuah Kutukan Untuk Perusak Hutan Aceh. Mencoba berpikir singkat sehingga terpikir sebuah kutukan yang pantas diberikan bagi orang-orang yang merusak hutan Aceh, karena mereka bagian dari kelompok manusia yang menjadi kekhawatiran para Malaikat pada saat Allah menciptakan manusia. Banjir bukan sebuah fenomena alam yang terjadi begitu saja, banjir sebuah bencana akibat ulah tangan manusia, meskipun didalamnya ada campur tangan Tuhan untuk memberikan pelajaran kepada manusia. Dari berbagai kajian dan penelitian ilmiah, benana banjir diakibatkan oleh perusakan hutan, sehingga menghilangkan kawasan endapan dan serapan air dalam sebuah kawasan. 

Terlepas dari beragam polesan yang melegalkan alih fungsi fungsi kawasan hutan, apapun bentuknya dan siapapun orangnya sudah saatnya kita mengutuk mereka. Bencana banjir sudah mengakibatkan banyak kerugian, santri-santri yang ada di Samalanga menggangu proses belajarnya karena banjir. Sebuah dosa yang besar bagi perusak hutan karena ulah mereka berdampak pada terganggungnya proses pendidikan agam. Tidak hanya kita, Allah juga akan mengutuk mereka dengan azab yang pedih.

Mimbar Hijau


Mimbar Hijau. Dalam Al Quran Surat Al Baqarah [2], ayat 30, Allah SWT berfirman yang artinya Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Allah menciptakan alam semesta (termasuk manusia) tidaklah dengan palsu dan sia-sia (QS. As-Shod ayat 27). Segala ciptaan-Nya mengandung maksud dan manfaat. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang paling mulia, sekaligus sebagai khalifah di muka bumi, manusia harus meyadari terhadap tujuan hidupnya. Selain menyembah kepada Allah, tujuan hidup manusia juga untuk memanfaatkan alam semesta (beramal). 

Perintah memakmurkan alam, berarti perintah untuk menjadikan alam semesta sebagai media mewujudkan kemaslahatan hidup manusia di muka bumi. Al-Qur’an menekankan bahwa Allah tidak pernah tak perduli dengan ciptaan-Nya.

Banjir Membawa Berkah



Banjir Membawa Berkah. Ternyata banjir tidak selalu identik dengan bencana, sebuah rahasia Tuhan dibalik sebuah bencana tersimpan sebuah pembelajaran dan hikmah bagi sebagian kelompok manusia. Cerita unik ini terjadi disebuah desa terpencil di Aceh, dimana warga selalu berdoa dan mengharap datangnya banjir. Beda dengan masyarakat pada umumnya yang tidak berharap datangnya banjir.

Tentu desa ini memiliki alasan tersendiri kenapa berharap datangnya banjir. Tualang yang sempat berkunjung ke desa tersebut menemukan sejumlah alasan kenapa banjir membawa berkah bagi semua penduduk desa. Desa ini berada dipinggiran sungai dan dikelilingi oleh rawa. Rumah-rumah penduduk berada dipinggiran sungai dan rawa-rawa.

Mungkin desa ini menjadi referensi yang tepat untuk kita belajar bagaimana menghadapi banjir. Semua rumah penduduk didesain dalam bentuk rumah panggung, termasuk bangunan sekolah meskipun terbuat dari konstruksi beton. Penduduk desa menggantungkan hidupnya pada mata pencaharian mencari ikan rawa. Jenis ikan rawa yang menjadi potensi sungai dan rawa sekitar desa mereka berupa ikan lele, ikan gabus, dan belut.

Banjir Vs Sawit

Banjir Vs Sawit. Memang benar dan tidak terbantahkan kalau banjir itu sebuah bencana. Namun, dibalik pengakuan itu tentu ada sebab-akibat sehingga banjir itu terjadi. Karena diakui atau tidak, terjadinya bencana banjir ada campur tangan manusia di dalamnya. Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir adalah kegagalan tanah menyerap air. Akibat hujan yang berkepanjangan membuat debit air terus bertambah, sehingga tidak mampu tertampung oleh sungai dan saluran pembuangan yang ada, kemudian air meluap dan terjadilah banjir yang mengancam pemukiman warga. 

Lalu apa hubungannya banjir dengan sawit? tentu ada, dan sudah sepatutnya kelapa sawit dijadikan kambing hitam dibalik bencana banjir. Hal ini disebabkan sifat kelapa sawit yang tidak menyerap air hujan ketika terjadi musim penghujan, dan menyerap cadangan air bawah tanah ketika terjadi musim kemarau. 

Banjir Bencana Yang Diundang?

Banjir Bencana Yang Diundang? Air merupakan kebutuhan dasar manusia, akan tetapi air juga bisa menjadi ancaman dan malapetaka bagi penghuni bumi ini. Bencana banjir telah menjadi agenda tahunan di Aceh, bahkan sebagian daerah telah mendesain konstruksi bangunan rumah siaga banjir. Di satu sisi bencana itu bagian dari takdir, akan tetapi dibalik itu ada alasan yang kuat kenapa Allah menurunkan bencana tersebut. 

Alasan yang bisa diukur tentunya ada hukum sebab-akibat dari setiap perbuatan manusia. Bencana banjir contohnya, tidak terlepas dari ulah manusia yang merusak tatanan sumber resapan air di muka bumi ini. Ada pendapat yang keliru dalam melihat sumber masalah dari banjir, untuk aspek lingkungan masyarakat cenderung kerap mempermasalahkan atas rusaknya kawasan hutan di daerah hulu. Masyarakat yang berada di daerah hulu tidak menjaga hutan, tidak merawat kawasan, dan dituduh sebagai pihak pengrusak hutan yang kemudian menghadiahkan banjir kepada masyarakat yang berada di daerah hilir. Kekeliruan terjadi karena masyarakat yang berada di daerah hilir sebagai penerima dampak dari setiap banjir tidak sadar memiliki tugas yang sama dengan masyarakat yang ada di hulu. Masyarakat yang ada di hilir juga harus menjaga daerah hilir dengan cara merawat kawasan endapan air, tidak merusak rawa, tidak mengalih-fungsikan kawasan gambut, menjaga kebersihan, dan merawat saluran-saluran pembuangan air.

Jika Tualang Jadi Gubernur Aceh

Jika Tualang Jadi Gubernur Aceh. Belum ada satu hukumpun yang melarang seseorang untuk bermimpi, undang-undang, hukum agama, apalagi hukum adat. Atas pertimbangan itu Tualang ingin bermimpi menjadi Gubernur Aceh, karena bukan mustahil mimpi itu akan terwujud, banyak orang di negeri ini yang menjadi pemimpin berawal dari sebuah mimpi. Secara pendidikan memang benar Tualang tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, bukan seorang profesor, bukan seorang master, bukan seorang sarjana, apalagi seorang ahli madya. Akan tetapi Tualang hanya memiliki pendidikan formal yang cukup memenuhi syarat sebagai calon.

Berawal mimpi ini bukan atas dasar desakan, dorongan, atau keinginan sebuah kelompok. Melainkan untuk mengisi sebuah kekosongan visi yang Tualang yakin tidak akan tersampaikan oleh calon-calon yang lain. Semua visi yang selalu terlupakan oleh calon, dan dianggap tidak penting untuk dipikirkan.

Dalam mimpi itu, Tualang juga sempat berpikir akan maju lewat jalur apa, apakah lewat Partai Politik atau jalur Independen sebagai jalur aman dalam kancah perpolitikan dewasa ini. Kalau lewat jalur Partai Politik ini mustahil dan tidak mungkin terjadi, mengingat Tualang hanya memiliki pendidikan formal yang rendah. Alternatifnya ya lewat jalur independen. Jika lewat jalur independen, tentunya harus mempersiapkan dukungan yang dibuktikan dengan foto copy KTP. Syarat ini tergolong mudah, mengingat stock foto copy KTP di Aceh cukup banyak, tinggal kita beli selesai masalah.

Air "Nafas" Manusia

Sadarkah kita, kalau air itu ibarat nafas bagi manusia. Perumpaan ini berkaitan dengan begitu pentingnya air dalam kehidupan manusia. Bisa kita bayangkan bagaimana kondisi tubuh kita jika dalam sehari kita tidak minum air, tentunya kita akan terasa lesu, kurang semangat, dan berkurangnya energi dalam tubuh. Air cukup penting bagi tubuh kita, sama halnya dengan oksigen.

Dibalik ketergantungan manusia terhadap air, pernah tidak kita terpikirkan bagaimana merawat sumber air itu, bagaimana kita harus menjaganya, dan bagaimana upaya kita memastikan air itu terus tersedia buat kita, buat mereka, dan buat generasi mendatang. Atau sebaliknya, kita pernah bertanya tidak dalam hati kita apakah air itu butuh manusia? Sadar kawan, air itu tidak butuh manusia, justru kitalah yang membutuhkannya, maka kita harus berbaik budi dengan air.

Pelaku Usaha Perkebunan Dilarang Alih Fungsi Kawasan

Salah satu prilaku buruk pelaku usaha perkebunan adalah dengan mengalif-fungsikan lahan perkebunan di dalam wilayah geografis yang memproduksi hasil perkebunan yang bersifat spesifik, yang sebenarnya kegiatan ini cukup dilarang oleh undang - undang, bahkan dapat diberikan sanksi pada pencabutan izin usaha. Karena secara undang - undang, pemerintah diamanahkan untuk melindungi kelestarian wilayah geografis yang memproduksi hasil perkebunan yang bersifat spesifik.

Pelestarian fungsi lingkungan hidup sudah menjadi hal mutlak dan kewajiban setiap pelaku usaha perkebunan. Untuk menjamin terlaksana kewajiban tersebut, sebelum memperoleh izin usaha perkebunan, perusahaan perkebunan harus membuat analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) atau upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup. Baca Belajar AMDAL

Kawasan Pengembangan Perkebunan

Pengembangan perkebunan dilakukan secara terpadu dengan pendekatan kawasan pengembangan perkebunan. Kawasan pengembangan perkebunan dilakukan secara terintegrasi antara lokasi budi daya perkebunan, pengolahan hasil perkebunan, pemasaran, serta penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Kawasan pengembangan tersebut harus terhubung secara fungsional yang membentuk kawasan pengembangan perkebunan kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.

Pengembangan perkebunan berkelanjutan dilakukan dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial budaya, dan aspek ekologi. Pengembangan perkebunan berkelanjutan harus memenuhi prinsip dan kriteria pembangunan perkebunan berkelanjutan. 

Penyebab Bencana Longsor

Sederhananya, bencana alam diartikan sebagai sebuah peristiwa alamiah yang memiliki akibat negatif yang signifikan terhadap populasi makhluk hidup. Peristiwa ini cukup beragam, salah satunya adalah tanah longsor. Apa itu tanah longsor? Para ilmuan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan bencana alam tanah longsor adalah peristiwa geologis yang ditandai dengan bergeraknya masa bebatuan serta tanah dalam berbagai tipe juga jenis. Karakter utama tanah longsor adalah adanya campur tangan gravitasi. Karena itu, bencana alam tanah longsor selalu terjadi di daerah dengan kemiringan seperti bukit dan pegunungan. Tapi apakah gravitasi satu-satunya penyebab tanah longsor? Tentu tidak.

Penyebab Banjir

Banjir merupakan bencana rutin, akibat pengelolaan lingkungan yang tidak bagus, masyarakat harus menerima dampak bencana yang merugikan sejumlah harta benda. Untuk itu, mari kita pelajari apa faktor penyebab terjadinya banjir. Tentunya setelah anda mengetahui, mari kita perbaiki prilaku kita untuk mencegah terjadinya banjir.

1. Luapan Air Sungai
Sungai yang lebar dan kedalamannya tidak berubah, namun di sekitarnya terjadi peningkatan jumlah penduduk yang sangat signifikan dapat menyebabkan ketidakmampuan sungai untuk menampung secara keseluruhan air buangan, air hujan dan sampah yang masuk ke dalamnya. Jika sudah penuh, maka air akan menggenangi pinggiran sungai dan daerah rendah lainnya.

Apa Itu Tsunami?

Di Indonesia khususnya, kita teramat dekat dengan kata “Tsunami”. Memang, bencana alam yang satu ini pernah menggoreskan luka yang dalam bagi bangsa kita. Beberapa tahun yang lalu, ribuan nyawa melayang tersapu Tsunami di Banda Aceh. Indonesia berduka, dunia berduka. Tsunami sesungguhnya bukan milik Indonesia saja. Semua Negara yang berbatasan dengan laut dan memiliki potensi gempa yang tinggi rawan terkena tsunami. Salah satunya adalah negeri yang digdaya dengan teknologi, Jepang. Sayangnya, meski tsunami sudah demikian akrab, tapi tak sedikit di antara kita yang tak tahu pengertian tsunami yang sesunggunya. Demikian halnya dengan proses terjadinya tsunami itu sendiri. Artikel ini mencoba menjawab kedua persoalan tersebut.

Komponen Gunung Berapi

Gunung BerapiGunung berapi adalah gunung yang terbentuk ketika magma dari bumi ke permukaan. Gunung berapi dapat diklasifikasikan menurut apakah itngkat kedahsyatan letusan dahsyat atau tenang, dan jenis bahan yang dimuntahkan selama meletus. Ketika meletus, gunung berapi memancarkan lava, bom vulkanik, terak, abu, gunung berapi, gas dan uap panag. Bahan dikeluarkan oleh letusan gunung berapi memiliki sifat yang ada batu lainnya.
Gunung berapi terbentuk hasil dari batu-ty cairan yang dikumpulkan di bawah kerak bumi. Keadaan yang sangat suhu panas di bawah kerak bumi menyebabkan batu-ty menjadi cair. Ini batu cair-ty dikenal sebagai magma.

Kebanyakan magma yang terbentuk sekitar 80 km ke 160 km di bawah permukaan bumi. Hot magma naik ke permukaan tekanan kerana bumi dan kurang padat dibandingkan dengan batuan sekitarnya. Magma mengalir keluar ke permukaan bumi melalui ventilasi vulkanik atau lohong diakui sebagai lava.

Merawat Air

Seperti kita ketahui bahwa sumber daya air merupakan salah satu sumber daya alam yang paling penting bagi kehidupan. Ketersediaan sumber daya air semakin terbatas, bahkan dibeberapa tempat/daerah dikategorikan berada dalam kondisi kritis. Meningkatnya jumlah penduduk dan kegiatan pembangunan telah meningkatkan kebutuhan terhadap sumber daya air. Beberapa faktor penyebabnya adalah pencemaran lingkungan, penggundulan hutan, kegiatan pertanian yang mengabaikan kelestarian lingkungan dan perubahan fungsi daerah tangkapan air.

Hal-Hal yang Dilakukan untuk Menjaga Kelestarian Sumber Air:

Dana Desa Berpotensi Merusak Lingkungan, Benarkah?

Ada sebuah kekhawatiran alam terkait program andalan pemerintah yang satu ini, Anggaran Dana Desa (ADD). Mulai tahun 2015 secara Nasional telah dikucurkan ADD ke semua desa yang ada di Indonesia. Dengan jumlah yang bervariasi, dana tersebut telah cukup membantu desa dalam upaya mendorong pembangunan di tingkat tapak. Pengelolaan yang dilakukan secara langsung oleh masyarakat, telah menjawab persoalan mendasar musrembang di Indonesia. 

Konsep Pembangunan Jalan Lintas Tengah Aceh

Haruskan kita selalu menerima bencana longsor sepanjang jalan lintas tengah Aceh? Tentu semua orang akan menjawab tidak. Kemudian, apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Aceh, menambahkan anggaran penanggulangan bencana? atau menambahkan anggaran untuk biaya perbaikan/buat baru jalan yang rusak tersebut? Baca juga Ketika Satwa Mendapat Prioritas Dalam Pembangunan

Tentu, setiap bencana yang terjadi ada dasarnya. Kembali ke masalah bencana longsor di jalan lintas tengah Aceh tentu juga ada konsep pembangunan yang keliru. Solusi permanen yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Aceh adalah merubah pola pembangunan yang perspektif lingkungan, dan di daerah orang sudah melakukan itu. Pastinya membutuhkan anggaran yang besar, akan tetapi kemudian pemerintah tidak harus pusing dengan anggaran bencana atau biaya perbaikan jalan yang justru lebih besar postnya dibandingkan dengan membuat jalan yang seperti gambar tersebut.